8 Lagu Terbaik BMTH Sepanjang Masa yang Wajib Banget Kamu Dengar!

Kalau kamu penggemar musik rock dan metal modern, pasti sudah nggak asing lagi dengan Bring Me The Horizon atau yang biasa kita sebut BMTH. Band asal Sheffield, Inggris ini sukses berevolusi dari metalcore brutal jadi salah satu ikon rock alternatif paling berpengaruh di dunia.

Perjalanan musik BMTH nggak cuma panjang, tapi juga penuh eksperimen berani. Dari album awal yang penuh scream sampai lagu-lagu yang lebih melodis dan emosional, semuanya punya ciri khas kuat. Nah, berikut ini 8 lagu terbaik BMTH sepanjang masa yang wajib banget kamu dengar!

1. Drown

Album: That’s the Spirit (2015)

“Drown” jadi salah satu lagu paling emosional dalam katalog BMTH. Lagu ini menampilkan sisi rapuh dari sang vokalis, Oliver Sykes, dengan lirik yang dalam dan relatable.

Aransemen rock alternatif yang lebih ringan bikin lagu ini mudah diterima banyak pendengar, bahkan yang bukan fans metal. Reff-nya langsung nempel di kepala dan sering banget jadi anthem saat konser.

2. Shadow Moses

Album: Sempiternal (2013)

Kalau bicara tentang lagu yang mengubah arah karier BMTH, “Shadow Moses” jelas masuk daftar teratas. Lagu ini membawa nuansa metalcore yang lebih modern dan atmosferik.

Intro synth yang ikonik langsung mengingatkan kita pada era keemasan Sempiternal. Perpaduan scream dan clean vocal di lagu ini terasa seimbang dan powerful. Nggak heran kalau “Shadow Moses” sering jadi pembuka konser mereka.

3. Can You Feel My Heart

Album: Sempiternal (2013)

Lagu ini viral lagi beberapa tahun terakhir berkat media sosial. Padahal, sejak awal rilis, “Can You Feel My Heart” sudah menunjukkan identitas baru BMTH yang lebih eksperimental.

Beat elektronik dan sentuhan synth membuat lagu ini terdengar gelap tapi catchy. Liriknya menggambarkan rasa kehilangan arah dan keputusasaan, tema yang sering muncul dalam karya BMTH.

Baca Juga:
Perjalanan Karir Bring Me The Horizon Hingga Jadi Band Alternatif Rock British Terbaik

4. Throne

Album: That’s the Spirit (2015)

“Throne” punya energi yang bikin semangat langsung naik. Lagu ini terdengar lebih arena-rock dengan chorus besar yang cocok dinyanyikan bareng ribuan penonton.

Banyak fans menganggap lagu ini sebagai simbol kebangkitan BMTH setelah berbagai kritik soal perubahan gaya musik mereka. Dan jujur saja, lagu ini memang terasa megah dan penuh percaya diri.

5. Sleepwalking

Album: Sempiternal (2013)

“Sleepwalking” memadukan elemen elektronik dengan gitar yang emosional. Lagu ini menunjukkan bagaimana BMTH mulai meninggalkan gaya deathcore lama dan bergerak ke arah yang lebih atmosferik.

Reff-nya terdengar melankolis tapi tetap kuat. Lagu ini juga jadi salah satu favorit fans lama maupun baru karena transisinya terasa natural dan nggak dipaksakan.

6. Hospital for Souls

Album: Sempiternal (2013)

Kalau kamu suka lagu yang gelap dan penuh emosi, “Hospital for Souls” wajib masuk playlist. Lagu ini berdurasi panjang dan terasa sangat personal.

Oliver Sykes menuangkan banyak pengalaman pribadinya ke dalam lirik. Nuansa depresif dan intens bikin lagu ini terasa jujur banget. Banyak fans menganggap ini sebagai salah satu karya paling tulus dari BMTH.

7. MANTRA

Album: amo (2019)

Saat merilis album amo, BMTH kembali mengejutkan penggemar. Salah satu lagu yang langsung mencuri perhatian yaitu “MANTRA”.

Lagu ini punya groove yang unik dan riff gitar yang simpel tapi efektif. Vibes-nya terdengar lebih modern dan eksperimental, tapi tetap punya identitas kuat khas BMTH.

8. Kingslayer (feat. BABYMETAL)

Album: POST HUMAN: SURVIVAL HORROR (2020)

Kolaborasi BMTH dengan BABYMETAL di lagu “Kingslayer” benar-benar gila dan penuh energi. Lagu ini memadukan metalcore, elektronik, dan sentuhan kawaii metal dengan cara yang nggak biasa.

Hasilnya? Lagu yang agresif, unik, dan super catchy. “Kingslayer” membuktikan kalau BMTH nggak takut bereksperimen dan terus berkembang mengikuti zaman.

Kenapa Lagu-Lagu BMTH Selalu Menarik?

Salah satu alasan kenapa lagu terbaik BMTH selalu relevan yaitu keberanian mereka berevolusi. Dari album awal seperti Count Your Blessings sampai era modern POST HUMAN, mereka nggak pernah stagnan.

Selain itu, kualitas produksi yang makin matang dan eksplorasi genre bikin setiap rilisan terasa segar. BMTH berhasil menjangkau fans metal, rock alternatif, bahkan pop tanpa kehilangan identitas.

Buat kamu yang baru mulai dengar Bring Me The Horizon, delapan lagu di atas bisa jadi pintu masuk terbaik. Tapi hati-hati, sekali masuk ke dunia BMTH, kamu bisa ketagihan dan susah berhenti dengerin.

Perjalanan Karir Bring Me The Horizon Hingga Jadi Band Alternatif Rock British Terbaik

Perjalanan karir Bring Me The Horizon (BMTH) dimulai pada tahun 2004 di Sheffield, Inggris. Band ini berdiri saat para personelnya masih sangat muda dan penuh ambisi. Dipimpin oleh vokalis karismatik Oliver Sykes, mereka langsung mencuri perhatian lewat gaya musik deathcore yang agresif dan tanpa kompromi.

Album debut mereka, Count Your Blessings, rilis pada 2006 dan langsung memantapkan identitas mereka sebagai band yang brutal, penuh scream, dan breakdown keras. Meski banyak kritik datang karena sound mereka dianggap terlalu “berisik”, justru di situlah daya tariknya. Mereka punya fanbase loyal yang terus tumbuh di skena metal underground Inggris.

Tidak butuh waktu lama sampai nama BMTH mulai terdengar di berbagai festival besar Inggris. Energi panggung mereka yang liar membuat banyak orang sadar bahwa band ini bukan sekadar tren sesaat.

Transisi Besar Lewat Suicide Season

Titik balik pertama hadir lewat album kedua, Suicide Season. Di sini, Bring Me The Horizon mulai bereksperimen dengan struktur lagu yang lebih matang dan emosional. Mereka masih keras, tapi lebih terarah. Liriknya juga terasa lebih personal dan gelap.

Album ini memperluas jangkauan pendengar mereka. Tidak hanya penggemar deathcore, tapi juga penikmat metalcore dan alternative metal mulai melirik. Tur internasional mereka semakin padat, dan nama BMTH mulai diperhitungkan di luar Inggris.

Banyak pengamat musik menyebut fase ini sebagai awal transformasi besar yang nantinya membuat mereka jadi salah satu band alternatif rock British terbaik.

Sempiternal dan Evolusi Sound yang Revolusioner

Perubahan paling signifikan terjadi saat mereka merilis Sempiternal. Album ini jadi momen revolusioner. Unsur elektronik, ambience, dan melodi yang lebih emosional terasa dominan tanpa menghilangkan sisi gelap mereka.

Lagu-lagu seperti “Can You Feel My Heart” dan “Sleepwalking” membuka pintu pasar yang jauh lebih luas. Banyak orang yang sebelumnya tidak terlalu suka musik metal mulai menikmati karya mereka. Secara produksi, Sempiternal terdengar lebih modern dan matang.

Di fase ini, Oliver Sykes juga menunjukkan perkembangan vokal yang signifikan. Ia tidak lagi hanya mengandalkan scream, tapi juga clean vocal yang emosional dan catchy. Kombinasi ini bikin BMTH terasa lebih dinamis dan relevan.

Baca Juga:
10 Lagu Emo Terbaik Tahun 2000an yang Disukai Semua Orang, Gamungkin Kalian Gatau!

Menembus Arus Utama Lewat That’s the Spirit

Tahun 2015, mereka kembali mengejutkan publik lewat album That’s the Spirit. Album ini menandai pergeseran besar ke arah alternative rock dan arena rock. Distorsi memang masih ada, tapi jauh lebih ramah radio.

Keputusan ini sempat memicu pro dan kontra di kalangan fans lama. Namun secara komersial, langkah tersebut terbukti sukses besar. Album ini masuk chart tinggi di Inggris dan Amerika Serikat.

Sound yang lebih accessible membuat Bring Me The Horizon tampil di panggung yang lebih besar, bahkan tampil di berbagai festival rock internasional sebagai headliner. Status mereka naik kelas dari band metalcore menjadi ikon alternative rock modern.

Amo dan Eksperimen Tanpa Batas

Eksplorasi mereka tidak berhenti di situ. Album Amo menunjukkan sisi paling eksperimental dari BMTH. Mereka memasukkan elemen pop, elektronik, bahkan nuansa industrial.

Beberapa fans mungkin kaget, tapi inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka tidak terjebak nostalgia genre lama. Mereka terus bergerak dan berani mengambil risiko.

Hasilnya? Album ini tetap sukses secara komersial dan memperkuat posisi mereka sebagai band yang tidak takut berevolusi.

Era Post Human dan Kematangan Artistik

Di tahun 2020, mereka merilis Post Human: Survival Horror, proyek yang terasa seperti gabungan seluruh fase karir mereka. Ada sentuhan metalcore klasik, ada nuansa elektronik modern, dan ada semangat eksperimental yang khas.

Album ini mendapat respons positif dari kritikus maupun penggemar lama. Banyak yang menganggap ini sebagai “kembalinya” energi keras BMTH, tapi dalam kemasan yang lebih matang.

Di titik ini, jelas terlihat bahwa Bring Me The Horizon bukan sekadar band yang ikut arus. Mereka justru sering jadi trendsetter di skena alternative rock dan metal modern.

Penghargaan dan Pengakuan Industri Musik

Selama perjalanan karirnya, BMTH meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Kerrang! Awards dan juga mendapat nominasi di Brit Awards. Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi mereka bukan cuma strategi komersial, tapi juga diakui kualitasnya oleh industri.

Mereka berhasil mematahkan stigma bahwa band metal tidak bisa menembus pasar mainstream tanpa kehilangan identitas. Bring Me The Horizon justru menunjukkan bahwa evolusi adalah kunci bertahan lama.

Konsistensi, Risiko, dan Identitas yang Kuat

Kalau melihat perjalanan karir Bring Me The Horizon dari awal hingga sekarang, satu hal yang paling menonjol adalah keberanian mereka berubah. Dari deathcore brutal sampai alternative rock modern, mereka tidak pernah stagnan.

Mereka paham kapan harus mempertahankan akar musiknya dan kapan harus bereksperimen. Itulah yang membuat mereka tetap relevan lebih dari satu dekade.

Bagi banyak penggemar musik rock dan metal, BMTH bukan cuma band. Mereka adalah simbol evolusi, keberanian, dan bukti bahwa band British bisa mendominasi panggung dunia dengan cara mereka sendiri.

10 Lagu Emo Terbaik Tahun 2000an yang Disukai Semua Orang, Gamungkin Kalian Gatau!

Era 2000-an adalah masa kejayaan musik emosional yang melibatkan perpaduan antara lirik yang dalam, melodi yang melankolis, dan vibe yang penuh perasaan. Banyak lagu emo di periode ini yang sukses mengangkat genre tersebut ke puncak popularitas, tak hanya di kalangan remaja, tetapi juga di seluruh dunia. Di bawah ini, kami bakal membahas 10 lagu emo terbaik yang pastinya banyak yang masih suka, bahkan jika kalian baru saja mendengarnya.

1. I’m Not Okay (I Promise) – My Chemical Romance

Jika berbicara soal musik emo tahun 2000-an, I’m Not Okay (I Promise) adalah salah satu lagu yang wajib ada di daftar ini. Dirilis pada 2004, lagu ini bukan hanya jadi anthem untuk para remaja yang merasakan kesedihan, tetapi juga menjadi lagu pembuka bagi banyak orang untuk mengenal genre emo. Vokal Gerard Way yang penuh emosi dan lirik yang sangat relatable menjadikan lagu ini sebagai simbol dari era emo.

2. Sugar, We’re Goin Down – Fall Out Boy

Fall Out Boy dengan Sugar, We’re Goin Down adalah contoh sempurna dari musik emo yang memadukan sisi melankolis dengan sedikit energi pop-punk. Dirilis pada 2005, lagu ini cepat melejit dan tetap menjadi lagu yang sering di putar di banyak playlist hingga sekarang. Dengan riff gitar yang ikonik dan lirik yang mendalam, tak heran lagu ini berhasil mencuri perhatian banyak orang.

3. The Anthem – Good Charlotte

Lagu ini datang dari album The Young and the Hopeless (2002) yang benar-benar mengubah wajah musik pop-punk dan emo. The Anthem memiliki irama yang energik, namun tetap dengan lirik yang bercerita tentang perasaan terasing dan frustrasi. Paduan semangat yang penuh gairah dan tema yang relatable membuat lagu ini menjadi favorit di kalangan para penggemar musik emo.

4. Check Yes Juliet – We The Kings

Dirilis pada 2007, Check Yes Juliet punya kesan yang agak ceria namun tetap mempertahankan elemen emo dalam tema percintaan yang penuh gejolak. Lagu ini lebih ringan, tapi tetap punya sentuhan emosional yang membuatnya mudah untuk masuk ke hati para pendengar, terutama bagi mereka yang sedang menjalani hubungan penuh liku-liku.

Baca Juga:
Sejarah Karir Linkin Park Hingga Menjadi Salah Satu Band Alternatif Rock Paling Ikonik

5. I Write Sins Not Tragedies – Panic! At The Disco

Panic! At The Disco menggebrak dengan I Write Sins Not Tragedies di tahun 2005. Lagu ini menampilkan suara yang teatrikal dan lirik yang agak sarkastik namun tetap dengan nuansa emo yang khas. Kekuatan lagu ini terletak pada kemampuannya untuk menarik pendengar dari berbagai kalangan, berkat alunan musiknya yang catchy serta tema perasaan yang bisa di terima oleh banyak orang.

6. Hands Down – Dashboard Confessional

Hands Down adalah salah satu lagu paling ikonik dari Dashboard Confessional, band yang identik dengan musik emo akustik. Lagu ini menyentuh hati banyak orang karena liriknya yang sangat personal dan penuh emosi, serta pengungkapan perasaan yang sangat jujur. Di rilis pada 2003, Hands Down tetap menjadi salah satu lagu emosional yang paling di sukai oleh banyak kalangan.

7. The Black Parade – My Chemical Romance

Masih dari My Chemical Romance, The Black Parade adalah lagu yang lebih dramatis dan epik jika di bandingkan dengan lagu mereka lainnya. Di rilis pada 2006, lagu ini membawa konsep kehidupan dan kematian dengan lirik yang kuat dan musik yang bombastis. Jika kalian suka dengan sesuatu yang lebih teaterikal dan mendalam, lagu ini pasti bisa menarik perhatian.

8. Dear Maria, Count Me In – All Time Low

Lagu ini di rilis pada tahun 2007 dan langsung menjadi salah satu anthem bagi penggemar musik emo dan pop-punk. Dengan tema percintaan yang penuh gairah dan petualangan, Dear Maria, Count Me In menyajikan nuansa yang lebih ringan namun tetap punya kedalaman emosional. Lagu ini membuat All Time Low di kenal di kalangan penggemar musik emosional.

9. Tearin’ Up My HeartN Sync (Versi Emo)

Meskipun N Sync di kenal sebagai boyband pop, versi emo dari Tearin’ Up My Heart yang di modifikasi oleh para penggemar musik emo di YouTube dan berbagai platform lain menjadi viral. Lagu ini memberikan warna baru pada lagu boyband yang sangat populer ini, dengan menambahkan lapisan emosi yang lebih mendalam. Hasilnya? Lagu pop dengan rasa emosional yang bisa di nikmati oleh banyak orang.

10. Ohio Is For Lovers – Hawthorne Heights

Ohio Is For Lovers adalah salah satu lagu emo yang sangat legendaris dan menjadi tanda tangan dari Hawthorne Heights. Di rilis pada 2004, lagu ini memadukan vokal lembut dengan suara gitar yang keras, menciptakan kontras emosional yang sangat kuat. Lagu ini bukan hanya bercerita tentang hubungan yang gagal, tetapi juga tentang perasaan terasing dan kehilangan yang kerap di rasakan oleh banyak orang.