Perjalanan karir Bring Me The Horizon (BMTH) dimulai pada tahun 2004 di Sheffield, Inggris. Band ini berdiri saat para personelnya masih sangat muda dan penuh ambisi. Dipimpin oleh vokalis karismatik Oliver Sykes, mereka langsung mencuri perhatian lewat gaya musik deathcore yang agresif dan tanpa kompromi.
Album debut mereka, Count Your Blessings, rilis pada 2006 dan langsung memantapkan identitas mereka sebagai band yang brutal, penuh scream, dan breakdown keras. Meski banyak kritik datang karena sound mereka dianggap terlalu “berisik”, justru di situlah daya tariknya. Mereka punya fanbase loyal yang terus tumbuh di skena metal underground Inggris.
Tidak butuh waktu lama sampai nama BMTH mulai terdengar di berbagai festival besar Inggris. Energi panggung mereka yang liar membuat banyak orang sadar bahwa band ini bukan sekadar tren sesaat.
Transisi Besar Lewat Suicide Season
Titik balik pertama hadir lewat album kedua, Suicide Season. Di sini, Bring Me The Horizon mulai bereksperimen dengan struktur lagu yang lebih matang dan emosional. Mereka masih keras, tapi lebih terarah. Liriknya juga terasa lebih personal dan gelap.
Album ini memperluas jangkauan pendengar mereka. Tidak hanya penggemar deathcore, tapi juga penikmat metalcore dan alternative metal mulai melirik. Tur internasional mereka semakin padat, dan nama BMTH mulai diperhitungkan di luar Inggris.
Banyak pengamat musik menyebut fase ini sebagai awal transformasi besar yang nantinya membuat mereka jadi salah satu band alternatif rock British terbaik.
Sempiternal dan Evolusi Sound yang Revolusioner
Perubahan paling signifikan terjadi saat mereka merilis Sempiternal. Album ini jadi momen revolusioner. Unsur elektronik, ambience, dan melodi yang lebih emosional terasa dominan tanpa menghilangkan sisi gelap mereka.
Lagu-lagu seperti “Can You Feel My Heart” dan “Sleepwalking” membuka pintu pasar yang jauh lebih luas. Banyak orang yang sebelumnya tidak terlalu suka musik metal mulai menikmati karya mereka. Secara produksi, Sempiternal terdengar lebih modern dan matang.
Di fase ini, Oliver Sykes juga menunjukkan perkembangan vokal yang signifikan. Ia tidak lagi hanya mengandalkan scream, tapi juga clean vocal yang emosional dan catchy. Kombinasi ini bikin BMTH terasa lebih dinamis dan relevan.
Baca Juga:
10 Lagu Emo Terbaik Tahun 2000an yang Disukai Semua Orang, Gamungkin Kalian Gatau!
Menembus Arus Utama Lewat That’s the Spirit
Tahun 2015, mereka kembali mengejutkan publik lewat album That’s the Spirit. Album ini menandai pergeseran besar ke arah alternative rock dan arena rock. Distorsi memang masih ada, tapi jauh lebih ramah radio.
Keputusan ini sempat memicu pro dan kontra di kalangan fans lama. Namun secara komersial, langkah tersebut terbukti sukses besar. Album ini masuk chart tinggi di Inggris dan Amerika Serikat.
Sound yang lebih accessible membuat Bring Me The Horizon tampil di panggung yang lebih besar, bahkan tampil di berbagai festival rock internasional sebagai headliner. Status mereka naik kelas dari band metalcore menjadi ikon alternative rock modern.
Amo dan Eksperimen Tanpa Batas
Eksplorasi mereka tidak berhenti di situ. Album Amo menunjukkan sisi paling eksperimental dari BMTH. Mereka memasukkan elemen pop, elektronik, bahkan nuansa industrial.
Beberapa fans mungkin kaget, tapi inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka tidak terjebak nostalgia genre lama. Mereka terus bergerak dan berani mengambil risiko.
Hasilnya? Album ini tetap sukses secara komersial dan memperkuat posisi mereka sebagai band yang tidak takut berevolusi.
Era Post Human dan Kematangan Artistik
Di tahun 2020, mereka merilis Post Human: Survival Horror, proyek yang terasa seperti gabungan seluruh fase karir mereka. Ada sentuhan metalcore klasik, ada nuansa elektronik modern, dan ada semangat eksperimental yang khas.
Album ini mendapat respons positif dari kritikus maupun penggemar lama. Banyak yang menganggap ini sebagai “kembalinya” energi keras BMTH, tapi dalam kemasan yang lebih matang.
Di titik ini, jelas terlihat bahwa Bring Me The Horizon bukan sekadar band yang ikut arus. Mereka justru sering jadi trendsetter di skena alternative rock dan metal modern.
Penghargaan dan Pengakuan Industri Musik
Selama perjalanan karirnya, BMTH meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Kerrang! Awards dan juga mendapat nominasi di Brit Awards. Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi mereka bukan cuma strategi komersial, tapi juga diakui kualitasnya oleh industri.
Mereka berhasil mematahkan stigma bahwa band metal tidak bisa menembus pasar mainstream tanpa kehilangan identitas. Bring Me The Horizon justru menunjukkan bahwa evolusi adalah kunci bertahan lama.
Konsistensi, Risiko, dan Identitas yang Kuat
Kalau melihat perjalanan karir Bring Me The Horizon dari awal hingga sekarang, satu hal yang paling menonjol adalah keberanian mereka berubah. Dari deathcore brutal sampai alternative rock modern, mereka tidak pernah stagnan.
Mereka paham kapan harus mempertahankan akar musiknya dan kapan harus bereksperimen. Itulah yang membuat mereka tetap relevan lebih dari satu dekade.
Bagi banyak penggemar musik rock dan metal, BMTH bukan cuma band. Mereka adalah simbol evolusi, keberanian, dan bukti bahwa band British bisa mendominasi panggung dunia dengan cara mereka sendiri.