Musik bukan cuma soal hiburan. Buat banyak orang, playlist musik berdasarkan mood, menjaga fokus, bahkan meningkatkan produktivitas sudah menjadi makanan sehari-hari. Dari lagu galau saat hujan, musik upbeat saat kerja, sampai instrumental untuk fokus, semuanya punya efek yang berbeda ke emosi dan cara otak bekerja. Menariknya, berbagai riset dan data dari platform streaming musik menunjukkan bahwa pilihan lagu sangat berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang.
Musik dan Hubungannya dengan Mood Manusia
Mood manusia itu dinamis dan mudah di pengaruhi, salah satunya oleh musik. Menurut berbagai penelitian psikologi musik yang sering dikutip oleh jurnal seperti Psychology of Music dan Frontiers in Psychology, musik mampu memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi.
Itulah kenapa lagu tertentu bisa bikin merinding, nostalgia, atau malah semangat tanpa alasan jelas. Tempo, lirik, dan genre berperan besar dalam membentuk respons emosional pendengarnya. Musik dengan tempo lambat cenderung menenangkan, sementara musik cepat dan ritmis bisa meningkatkan energi dan fokus.
Platform streaming seperti Spotify dan Apple Music juga sering merilis data tahunan yang menunjukkan korelasi antara suasana hati pengguna dan jenis playlist yang di putar, terutama saat jam kerja, malam hari, atau akhir pekan.
Baca Juga:
Pendapatan Musisi dari Streaming, Fakta, Data, dan Realita Industri Musik Indonesia
Playlist Musik Berdasarkan Mood yang Paling Populer
Playlist untuk Mood Bahagia dan Positif
Saat sedang ingin merasa lebih ceria, musik dengan tempo cepat dan nada mayor biasanya jadi pilihan utama. Genre seperti pop, dance, funk, dan upbeat indie sering mendominasi playlist ini.
Lagu-lagu dengan lirik optimis atau ritme yang catchy terbukti bisa meningkatkan mood dalam waktu singkat. Menurut data kurasi Spotify, playlist bertema “Happy”, “Good Vibes”, dan “Feel Good” termasuk yang paling sering di putar di pagi hari dan awal pekan.
Playlist jenis ini cocok diputar saat:
-
Memulai hari
-
Beres-beres rumah
-
Perjalanan pagi
-
Mengusir rasa malas
Playlist Musik Saat Sedih atau Galau
Berbanding terbalik, ketika sedang sedih atau patah hati, banyak orang justru memilih lagu-lagu mellow. Musik pop ballad, akustik, R&B slow, hingga lagu-lagu indie melankolis sering jadi teman setia.
Menariknya, beberapa riset dari universitas di Eropa menyebutkan bahwa mendengarkan lagu sedih saat galau justru membantu proses regulasi emosi. Bukan bikin makin sedih, tapi membantu pendengar merasa “dimengerti”.
Playlist galau biasanya di putar saat:
-
Malam hari
-
Hujan
-
Setelah hari yang berat
-
Saat butuh refleksi diri
Playlist Musik untuk Relaksasi dan Menenangkan Pikiran
Untuk menenangkan pikiran, musik ambient, lo-fi, instrumental, dan klasik modern jadi pilihan utama. Playlist ini sering digunakan untuk meditasi ringan, istirahat, atau sebelum tidur.
Data dari platform streaming menunjukkan bahwa playlist “Lo-Fi Beats”, “Chill”, dan “Relax” mengalami lonjakan pendengar di malam hari. Musik tanpa lirik di anggap lebih efektif untuk menurunkan stres karena tidak mengganggu pikiran dengan kata-kata.
Playlist relaksasi cocok untuk:
-
Menurunkan stres
-
Menjelang tidur
-
Meditasi
-
Mengurangi kecemasan
Pengaruh Musik terhadap Produktivitas
Musik dan Fokus Saat Bekerja
Musik bisa jadi pedang bermata dua untuk produktivitas. Di satu sisi membantu fokus, di sisi lain bisa jadi distraksi. Kuncinya ada di jenis musik yang di pilih.
Penelitian dari beberapa universitas di Amerika menyebutkan bahwa musik instrumental atau dengan lirik minimal lebih efektif untuk meningkatkan konsentrasi, terutama saat mengerjakan tugas kognitif seperti menulis atau menganalisis data.
Playlist seperti:
-
Lo-fi hip hop
-
Classical focus
-
Ambient work music
sering di rekomendasikan untuk kerja dan belajar.
Tempo Musik dan Efisiensi Kerja
Tempo juga berpengaruh besar. Musik dengan tempo sedang (sekitar 60–80 BPM) cenderung membuat otak lebih stabil dan fokus. Sementara tempo cepat cocok untuk pekerjaan yang sifatnya repetitif atau fisik.
Itulah alasan kenapa musik EDM atau rock sering di putar saat:
-
Olahraga
-
Pekerjaan manual
-
Aktivitas yang butuh energi tinggi
Musik dan Produktivitas Kreatif
Untuk pekerjaan kreatif seperti desain, menulis, atau brainstorming, musik bisa memicu imajinasi. Genre seperti jazz, indie, alternative, atau soundtrack film sering di pilih karena memberi ruang pada emosi tanpa terlalu mengganggu alur berpikir.
Banyak kreator konten dan pekerja kreatif mengaku menemukan ide lebih cepat saat mendengarkan playlist yang sesuai dengan mood mereka.
Cara Membuat Playlist Musik Berdasarkan Mood Sendiri
Kenali Tujuan Mendengarkan Musik
Sebelum membuat playlist, tentukan dulu tujuannya. Apakah untuk fokus, relaksasi, atau sekadar menemani aktivitas santai. Tujuan ini akan menentukan genre, tempo, dan jenis lagu yang di pilih.
Perhatikan Transisi Lagu
Playlist yang baik tidak hanya berisi lagu favorit, tapi juga memiliki alur. Transisi antar lagu yang terlalu ekstrem bisa mengganggu mood. Misalnya, dari lagu super upbeat langsung ke lagu super sedih.
Gunakan Fitur Kurasi dari Platform Streaming
Platform seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music menyediakan fitur kurasi otomatis berdasarkan kebiasaan mendengar. Fitur ini bisa jadi referensi awal sebelum kamu mengatur playlist versi personal.
Update Playlist Secara Berkala
Mood manusia berubah, begitu juga kebutuhan musiknya. Playlist yang rutin diperbarui akan terasa lebih relevan dan tidak membosankan.
Tren Playlist Musik Berdasarkan Mood di Era Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, tren playlist berbasis mood meningkat pesat. Bahkan, banyak brand dan kreator menggunakan playlist sebagai bagian dari identitas digital mereka. Istilah seperti “healing playlist”, “playlist kerja”, dan “playlist hujan” semakin sering di cari di mesin pencari.
Menurut data dari industri musik digital, pencarian kata kunci terkait playlist mood dan produktivitas terus meningkat, menandakan bahwa musik sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan manajemen emosi sehari-hari.